
Concept Art
Chosen projects by maotte
Laire Semar
A story about one of the most popualar Punakawan.
Character Design
Sang Hyang Ismaya
Anak dari seorang dewa penguasa kahhyangan suralaya, Sang Hyang Tunggal.
Ismaya merupakan karakter yang akan berubah menjadi semar atas kesalahannya sendiri.

Ia merupakan dewa yang bijaksana. Namun, ketika keserakahan mendatangi dirinya, ia menjadi angkuh dan lupa akan posisinya. keserakahan itu yang membawa petaka bagi dirinya sendiri sehingga diturunkan ke marcapada.




Semar
Merupakan sosok Ismaya yang telah dihukum menjadi seorang pengasuh para Pandhawa.
Setelah diturunkan ke Marcapada, ia kembali bersifat bijaksana dan rendah hati. Ia juga menjadi sosok yang suka menghibur orang lain. Ia sadar akan kesalahannya di masa lalu dan berusaha menjadi sosok yang baik begi orang di sekitarnya.



Sang Hyang Antaga
Saudara dari Sang Hyang Ismaya. Merupakan kakak tertua dari 3 bersaudara anak
Sang Hyang Tunggal.
Antaga adalah sosok yang akan menjadi Togog, juga atas kesalahannya sendiri.

Ia memiliki karakter yang haus atas kekuasaan dan angkuh. Ia bahkan menjerumuskan adiknya, Ismaya kedalam sifat yang rakus itu.






Togog
Togog merupakan sosok Antaga yang
telah dihukum turun ke Marcapada untuk mengasuh para raksasa jahat.
Berbeda dengan Semar yang dulunya memiliki kebaikan, Togog sama sekali tidak memilikinya. Maka ia diturunkan ke wilayah raksasa jahat untuk menebus dosanya. Namun sifat jahatnya itu telah melekat pada dirinya. Ia tetap merasa serakah dan angkuh



Sang Hyang Manikmaya
Manikmaya adalah adik Ismaya dan Antaga. Ia
adalah calon oenerus kekuasaan ayahnya yang agung dan akan menjadi Bathara Guru nantinya.

Ia memiliki kesaktian yang sejatinya lebih dari kedua kakaknya. Saat lahir ia sendiri adalah jiwa yang bersinar dan ayahnya menetapkan saat itu juga, Manikmaya yang akan menjadi penerusnya. ia juga adalah sosok yang bijaksana dan pintar membaca keadaan




Sang Hyang Tunggal
Hyang Tunggal adalah seorang penguasa kahyangan Suralaya, Dewa dari semua dewa. Ayah dari ketiga bersaudara, Antaga, Ismaya, dan Manikmaya.
Ia adalah sosok dewa yang bijaksana dan disegani oleh penghuni kahyangan. Namun kasih sayangnya terhadap ketiga anaknya tidak sepenuhnya adil. Ia menaruh kebih banyak harapan pada si bungsu Manikmaya untuk menjadi penerusnya.




Character Comparison
Environment


Key Art


Laire Semar
Sinopsis
Berawal dari lahirnya telur dari istri Sang Hyang Tunggal. Telur tersebut berisi tiga jiwa yang memiliki energi yang
berbeda-beda, dua telur dengan energi gelap dan satu telur yang bersinar sangat terang. Sang Hyang Tunggal saat itu
juga menetapkan jiwa yang bersinar itu akan mewariskan kekuasaannya atas Kahyangan Suralaya. Mereka lahir
dengan nama Sang Hyang Antaga, Sang Hyang Ismaya, dan Sang Hyang Manikmaya. Manikmaya adalah jiwa yang
bersinar dan ditetapkan oleh Hyang Tunggal menjadi penerusnya.
Ketiga anak Hyang Tunggal telah tumbuh dewasa. Suatu ketika Antaga telah menyelesaikan petapanya di Gunung
Candragheni, begitu pula dengan Ismaya yang selesai menyelesaikan petapanya di Sonyauri. Antaga pulang ke Kahyangan
Suralaya dan tidak sengaja mendengar bahwa Hyang Tunggal akan mengangkat Manikmaya menjadi penerus
penguasa para dewa di Kahyangan Suralaya. Antaga tidak menerimanya, ia merasa dialah yang paling sakti dan
pantas menjadi penguasa di Suralaya. Ia pergi menemui Ismaya dan menceritakan apa yang dia dengar tadi. Antaga
menghasut Ismaya untuk membunuh adik mereka Manikmaya. Ismaya adalah seorang yang tidak peduli dengan
kekuasaan.
Ismaya adalah seorang yang bijaksana dan rendah hati. namun suatu ketika, Hyang Tunggal menyatakan bahwa ia
ingin Manikmaya menjadi penerusnya. antaga yang tak sengaja mendengar Hyang Tunggal dan Manikmaya yang
sedang bercakap, ia tidak menerimanya. lantas Antaga menghasut Ismaya untuk berencana membunuh manikmaya
agar dirinya bisa naik tahta. Ismaya yang tadinya tidak peduli dengan kekuasaan, ia termakan hasutan Antaga. ia
merasa dirinya mampu menjadi putra mahkota kahyangan. Dirinya seketika berubah menjadi rakus dan sombong
akan kekuatannya.
Percobaan pembunuhan Manikmaya gagal dan diketahui oleh Manikmaya sendiri. Manikmya akhirnya mengusulkan untuk
kedua saudaranya mengadu kesaktian mereka. Dengan cara menelan sebuah gunung. Barangsiapa yang dapat menelan
gunung lalu memuntahkannya kembali, maka ialah yang layak menjadi penerus Sang Hyang Tunggal. Kedua saudaranya
setuju dengan ide Manikmaya. Turunlah mereka ke Marcapada dan melakukan adu kesaktian yang telah disetujui.
Antaga menjadi yang pertama mencobanya. Ia bahkan tidak berhasil menelanya dan hanya membuat mulutnya membesar
akibat dibuka terlalu lebar. Ismaya berhasil menelan seluruh gunung bulat-bulat. Namun ia tidak bisa mengeluarkannya
kembali. Sang Hyang Tunggal mengetahui keributan yang tengah terjadi. Ia melihat kedua anaknya yang mengenaskan,
jatuh atas kerakusannya sendiri. Ia merasa marah dan akhirnya mengutuk mereka. Antaga dan Ismaya dihukum atas sifat
buruknya, diturunkan ke Marcapada untuk dijadikan pengasuh. Hyang Tunggal menempatkan Ismaya yang dulunya masih
memiliki sifat baik di wilayah Pandhawa menjadi pengasuh mereka. Antaga Ditempatkan di wilayah Kurawa, diantara
raksasa jahat.
Inilah akhir dari keserakahan dan keangkuhan. Ismaya kemudian dikenal sebagai Semar dan Antaga sebagai Togog.